Ketika Harapan itu Harus Aku Musnahkan

Mungkinkah? Aku sudah mencoba ribuan kali. Tapi aku selalu gagal. Sejak lama aku ingin menyerah. Namun, aku hanya mengenalmu sebagai sosok laki-laki yang aku suka. Semakin aku ingin melupakan semua tentangmu. Harapan-harapan itu muncul. Sekarang, kamu sudah memiliki seseorang yang kamu suka. Lantas aku bisa apa? Aku hanya bisa memendam rasa sakit yang amat dalam. Ketika aku mencoba untuk mengubur harapan itu, semakin jelas apa keinginan hati ini. Menulis semua ini butuh keberanian karena ini semua mengingatkanku akan dirimu. Entah apa yang aku suka darimu. Jelasnya, aku tulus. Dengan berbagai pertimbangan dari sahabat-sahabatku, mereka bilang aku harus mencari penggantimu..., tak bisakah aku tinggal barang sejenak? tak bisakah aku diam saja walau hanya menatapmu. Luka ini hanya bisa aku pendam. Bagaimana mungkin orang-orang bisa bilang padaku untuk melupakanmu padahal kamulah harapan terindahku. Kamulah impianku. Aku tidak setuju dengan mereka. Aku tidak menginginkannya. Sungguh. 

Suatu saat cobalah melihatku disini. Lihatlah lebih pantas siapa antara aku atau dia yang kamu suka. Ahhh gilanya aku. Kepedihan ini membawaku pada jurang kebencian. Aku benci diriku sendiri. Aku benci karena aku tidak bisa melupakanmu. Aku ingin kamu tau, bahwa sampai kapan pun aku tetap menunggu. Masih. Dan akan terus seperti ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar